Harlah dan Ikhtitam Al Muhajirin Antang, 254 Santri Tahun Ini Dinyatakan Lulus
KUALA KAPUAS, mitrakalimantan.com – Pondok Pesantren Al Qur’an Al Muhajirin Antang melaksanakan Harlah dan Haflah Ikhtitam santri tahun 2026 dengan melepas sebanyak 254 santri dari berbagai jenjang pendidikan, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kapuas Feri Noah, para pengasuh pondok pesantren, ustadz dan ustadzah, wali santri, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno menyampaikan apresiasi terhadap Pondok Pesantren Al Qur’an Al Muhajirin Antang yang dinilai konsisten mencetak generasi muda berakhlak dan mencintai Al-Qur’an.
Menurutnya, program Tahfidz Al-Qur’an yang dijalankan pondok pesantren menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kapuas di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
“Program unggulan Tahfidz Al-Qur’an yang dimiliki pondok pesantren ini merupakan kebanggaan bagi daerah kita. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, hadirnya generasi muda penghafal Al-Qur’an menjadi cahaya dan harapan bagi masa depan umat dan bangsa,” katanya.
Ia menilai pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan, akhlak, dan spiritualitas sangat dibutuhkan dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.
Bupati juga berpesan kepada para santri yang diwisuda agar terus belajar dan menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Muassis Pondok Pesantren Al-Muhajirin Antang, Haji Hasanuddin atau Abi Hasan, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan ratusan santri pada tahun ini.
Ia menjelaskan jumlah lulusan terdiri dari 77 santri putra tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), 109 santriwati putri, serta 68 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
“Alhamdulillah, tahun ini total santri yang kami lepas sebanyak 254 orang,” ujarnya.
Abi Hasan berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan, meraih kesuksesan, dan menjaga hubungan baik dengan pondok pesantren.
“Kami berharap anak-anak yang lulus dapat sukses, ilmunya bermanfaat, serta tetap menjaga hubungan dengan pondok pesantren,” katanya. (MR)
